Jumat, 20 Mei 2022

Pengertian ITSM dan Kerangka kerja ( Frame Work ) ITIL (Tugas 3 MLSI)

Halo semua kembali lagi nih sama saya Reza Firmansyah Kelas 2KA07 dari universitas gunadarma kali ini saya akan membagikan informasi mengenai ITSM dan framework ITIL, Disimak ya :)

Information Technology Service Management (ITSM) 

Adalah manajemen aktivitas yang melibatkan proses membuat,merancang, mendukung, menyampaikan, dan mengelola siklus berjalannya teknologi informasi itu sendiri yang terfokus pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan.


ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan usaha perbaikan proses. Disiplin ini hanya fokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk aktivitas yang terstruktur terkait dengan TI dan interaksi antara pegawai teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

Tiga domain penting yang harus diperhatikan dalam TI :

·         People : Domain ini berkaitan dengan organisasi perusahaan, job deskription, fungsi-fungsi yang ada di perusahaan.

·         Process : Terkait dengan proses bisnis, tata kelola, prosedur yang ada di perusahaan.

·        Technology :  ITSM dapat membuat perusahaan memiliki daya saing.

5 Proses dalam ITSM :

·         Service Strategy, dalam proses ini perusahaan akan menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja yang baik dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.

·         Service Design, Pada proses ini service design memberikan arahan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis, mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri.

·         Service Transition, adalah tahapan mengimplementasikan hasil tahapan service design menjadi layanan baru atau modifikasi layanan sebelumnya menjadi lebih baik.

·         Service Operation, merupakan tahapan kegiatan yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah dijanjikan dengan pelanggan sebelumnya.

·         Continual Service Improvement, memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. Proses dalam continual service improvement ini yaitu IT service review dan process evaluation.

Manfaat dari IT Service Management :

·         Meningkatkan kualitas dan efisiensi

·         Memberikan Pelayanan Extra dalam Pengalaman Pelanggan

·         Menghemat Waktu dan biaya

·         Membantu Meningkatkan Kolaborasi Antara Divisi Bisnis

Kerangka kerja (framework) yang dianggap dapat memberikan contoh penerapan ITSM di antaranya:

·         Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

·         Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)

·         Software Maintenance Maturity Model

·         PRM-IT IBM’s Process Reference Model for IT

·         Application Services Library (ASL)

·         Business Information Services Library (BISL)

·         Microsoft Operations Framework (MOF)

·         eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability Model for Client

·         Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.


Disini saya akan membahas tentang Information Technology Infrastructure Library (ITIL) :


ITIL adalah singkatan dari Information Technology Infrastructure Library. ITIL adalah cara yang paling efektif yang digunakan untuk memberikan pelayanan IT yaitu seperti menstandarkan pemilihan, perencanaan, pengantaran, dan untuk memaksimalkan efisiensi dan mempertahankan tingkat layanan IT yang dapat diprediksi.

ITIL mempunyai prinsip utama yang diwujudkan melalui lima pedoman inti. Beberapa konsep ITIL yaitu:

  • Memberikan pelayanan yang maksimal untuk pelanggan
  • Mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan
  • Menawarkan layanan yang berguna dan dapat diandalkan
  • Merencanakan proses dengan tujuan yang jelas
  • Menentukan peran dengan jelas untuk setiap tugas.

Istilah Utama ITIL

ITIL memiliki beberapa istilah utama yaitu :

  • Capabilites – adalah kemampuan yang diterapkan organisasi ke sumber daya untuk menciptakan sesuatu yang bernilai.
  • Functions – Adalah sekumpulan organisasi yang secara mandiri bertujuan untuk menyelesaikan tugas tertentu yang biasanya membentuk sebuah sekelompok orang dan menggunakan alat yang telah ditentukan untuk menyelesaikan suatu tugas yang ada.
  • Processes – Tahap dari Rangkaian kegiatan yang terstruktur dan dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Empat karakteristik dasar proses adalah:
    • mengubah input menjadi output
    • memberikan hasil kepada pelanggan atau stakeholder tertentu
    • bersifat terukur
    • dipicu oleh peristiwa tertentu
  • Resources adalah Bahan dasar yang berpartisipasi pada layanan, seperti uang, peralatan, waktu, dan staff.
  • Roles dapat diartikan sebagai  tanggung jawab dan hak istimewa yang telah ditentukan. Peran juga dapat dipegang oleh individu atau tim.
  • Service Assets adalah istilah ini mengacu pada sumber daya dan kemampuan penyedia layanan untuk menawarkan layanan.
  • Service Management merupakan Kemampuan khusus untuk memberikan sesuatu yang bernilai kepada pelanggan dalam bentuk layanan.
  • Services adalah Sarana untuk memberikan sesuatu yang bernilai kepada pelanggan tanpa mengharuskan mereka untuk memiliki biaya dan risiko tertentu.
  • Value, Utility, and Warranty merupakan Nilai layanan yang terdiri dari dua komponen: utilitas dan garansi. Layanan harus menawarkan utilitas dan garansi agar layanan tersebut dapat bernilai dan menarik minat pelanggan. Utilitas merupakan kata yang mengacu pada kemampuan layanan untuk menghilangkan masalah atau meningkatkan kinerja pelanggan. 

Kerangka kerja ITIL ada lima, yaitu:

·         Service Strategy

Tujuan dari Service Strategy adalah memberikan strategi untuk lifecycle layanan agar layanan berjalan sesuai dengan tujuan. manfaat dan garansi komponen ini dirancang untuk memastikan jika layanan ini sesuai untuk tujuan dan cocok untuk digunakan. Komponen ini harus sesuai dengan yang diinginkan karena memiliki peran penting karena kedua komponen inilah yang menambah nilai antar layanan kepada pelanggan.

·         Service Design

Fase transisi Service Design membahas tentang desain layanan dan semua elemen pendukung untuk pengenalan kepada lingkungan secara langsung. mewakili area yang harus dipertimbangkan saat merancang layanan. Area tersebut adalah people, process, product, partner

·         Service Transition

Tujuan dari proses Service Transition adalah untuk membangun dan menyebarkan layanan IT, memastikan bahwa perubahan pada layanan dan proses Service Management dilakukan secara terkoordinasi.

 

Pada fase ini, desain dibangun, diuji, dan dipindahkan ke produksi untuk memungkinkan pelanggan bisnis mencapai nilai yang diinginkan. Fase ini membahas mengelola perubahan: mengendalikan aset dan item konfigurasi (komponen yang mendasarinya, seperti perangkat keras dan perangkat lunak) yang terkait dengan sistem yang baru dan berubah, validasi layanan, pengujian dan perencanaan transisi untuk memastikan bahwa pengguna, personel pendukung, dan lingkungan produksi telah disiapkan untuk rilis ke produksi.

·         Service Operations

yaitu fokus pada pemenuhan harapan end-user dengan mempertimbangkan biaya dan menemukan potensi masalah.

Proses Service Operations meliputi pemenuhan permintaan pelanggan, menyelesaikan kegagalan layanan, memperbaiki masalah, dan melaksanakan tugas operasional secara rutin. Tahap ini adalah satu-satunya dari lima kategori yang memiliki fungsi serta proses.

·         Continual Service Improvement (CSI)

Tujuan dari tahap ini adalah menggunakan metode dari manajemen kualitas untuk mempelajari dari keberhasilan dan kegagalan masa lalu. Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses dan layanan IT sejalan dengan konsep peningkatan berkelanjutan yang diadopsi dalam ISO 2000.

 

Kesimpulan :

ITSM, sebagai suatu solusi perusahaan dalam mengurus manajemen, jelas tidak hanya terkait dengan ketersediaan infrastruktur TI, melainkan infrastruktur tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan TI di lingkungan perusahaan, sehingga menjadi lebih efisien dan efektif, bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kepada pelanggan, dan menghemat biaya. Lanjutannya, perusahaan pun dapat dengan mudah membuat perencanaan untuk masa depan, termasuk juga mengambil berbagai keputusan bisnis yang lebih dinamis dan efisien

 

 

Sumber:

https://convergence.id/2022/02/27/apa-itu-it-service-management/

https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM

https://pusdatin.kemdikbud.go.id/implementasi-information-technology-service-untuk-meningkatkan-manajemen-layanan-ti-kementerian/

http://eprints.binadarma.ac.id/9686/1/TUGAS%202.pdf

https://dosenit.com/kuliah-it/sistem-informasi/konsep-information-technology-infrastructure-library-itil

http://eprints.binadarma.ac.id/9685/1/TUGAS%201.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 21 April 2022

Analisis pelayanan pemerintah terkait MLSI Aplikasi digital korlantas polri (Tugas 2 MLSI)

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh...

Halo semua kembali lagi nih sama saya Reza Firmansyah dari universitas gunadarma Fakultas ilmu komputer dan teknologi informasi prodi Sistem Informasi dan kali ini saya akan membahas Pelayanan pemerintah terkait Manajemen Layanan Sistem Informasi

Pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah mencakup pelayanan masyarakat dan pelayanan administrasi. Kedua hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan kinerja pelayanan yang baik dalam pemerintahan. Tujuan pelayanan publik didukung dengan adanya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Penyelenggaraan pemerintahan dalam konteks otonomi daerah diharapkan untuk lebih mengutamakan kepentingan masyarakat terutama dalam penyediaan fasilitas publik dan administrasi publik.

Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang sesuai antara hasil dan harapan. Semua orang akan mengatakan bahwa pelayanan berkualitas adalah pelayanan yang efektif dan efisien. Timbul permasalahan dalam pelayanan yang di sebabkan oleh pelaku pelayanan dan yang dilayani seperti kurangnya komunikasi. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dilakukan berdasarkan aturan yang sudah ditetapakan dalam pelayanan untuk mensejatrakan masyarakat.  Pelayanan publik diibaratkan sebagai sebuah proses, dimana ada orang yang dilayani, melayani, dan jenis dari pelayanan yang diberikan. 

         Sebagai contoh layanan public dari pemerintah adalah pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diberikan oleh pihak kepolisian dan dimonopoli oleh salah satu pihak. SIM tidak boleh dikeluarkan oleh lembaga lain termasuk swasta karena dapat melanggar peraturan. Sehingga pelayanan yang seperti itu dengan ciri dimonopoli oleh pemerintah disebut pelayanan publik.

Pelayanan publik banyak mengalami berbagai macam rintangan yang menghadang seperti pelayanan yang berbelit-belit, tidak efektif dan efisien, sulit dipahami, sulit dilaksanakan, tidak akurat, tidak transparan, tidak adil, birokratis, tidak profesional, tidak akuntabel, keterbatasan teknologi, keterbatasan informasi, kurangnya kepastian hukum, KKN, biaya tinggi, polarisasi politis, sentralistik, tidak adanya standar baku dan lemahnya kontrol masyarakat.

Kita ambil contoh dari pelayanan yang berbelit belit, biasanya disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM yang kurang kompeten, Lemahnya sistem pengawasan anggaran, Lemahnya pengawasan dan Adanya sikap apatis dari masyarakat. Hal ini menyebabkan kesulitan yang dialami oleh masyarakat yang akhirnya masyarakat mempunyai pandangan buruk terhadap pelayanan pemerintahan tersebut. Hal seperti itu harus diantisipasi sejak dini mengingat rakyat masih membutuhkan pelayanan yang baik yang diberikan oleh pemerintah karena pemerintah memonopoli pelayaan yang menyangkut rakyat banyak.

Contoh lain adalah pembuatan dan perpanjangan SIM (surat ijin mengemudi) dimana masih dinilai kurang efisien karena masyarakat harus menunggu dalam antrian Panjang hanya untuk melakukan sesi foto dalam perpanjangan SIM dan pembayaran SIM. Dalam hal ini pemerintah memberlakukan perpanjangan SIM online  lewat aplikasi yang Bernama “digital korlantas polri”.

Aplikasi Digital Korlantas POLRI adalah aplikasi resmi dari Korlantas POLRI Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan Korlantas. Dalam aplikasi ini, masyarakat dapat menggunakan menu:

  • SINAR (SIM Nasional Presisi)
  • Perpanjangan SIM
  • Pembuatan SIM Baru (akan segera tersedia)
  • SIGNAL (Samsat Digital Nasional)
  • Pembayaran PKB (akan segera tersedia)
  • E-TBPKP dan E-Pengesahan (akan segera tersedia)
  • SAMSAT Keliling (akan segera tersedia)
  • NTMC POLRI
  • CCTV (akan segera tersedia)
  • Berita (akan segera tersedia)
  • ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement)
  • Notifikasi Real Time (akan segera tersedia)

Keunggulan Aplikasi Digital Korlantas POLRI:

  • Digital ID

Representasi digital dari identitas fisik yang disimpan secara online dengan sistem keamanan data yang terenkripsi.

  • Biometric Authentication

Penggunaan Face Recognition dengan fitur Liveness yang terintegrasi dengan data biometrik E-KTP sehingga data Anda terlindungi oleh sistem.

  • Mempercepat Proses Administrasi

Pelayanan terintegrasi secara daring sehingga mempercepat proses administrasi.

  • Memudahkan Proses Pembayaran

Dapat melakukan pembayaran dengan berbagai metode pembayaran yang tersedia di aplikasi.

  • Tidak Perlu Datang ke SATPAS / SAMSAT

Dokumen dikirimkan langsung ke rumah Anda sehingga Anda tidak perlu datang ke SATPAS / SAMSAT untuk pengambilan dokumen.

Dibalik manfaat dari adanya pelayanan secara online masih terdapat kekurangan contohnya pada aplikasi tersebut seperti masih harus banyak dilakukan pengembangan lagi salah satunya di menu transaksi. Transaksi masih tidak bisa dibatalkan oleh kita, dan transaksi yg sudah lewat 1 x 24jam belum dibatalkan secara otomatis juga, jadi kita tidak bisa memproses perpanjangan baru lagi, padahal di transaksi yg awal mau di rubah metode pengiriman.

Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik harus dilakukan secara terpadu, dengan melakukan berbagai terobosan, antara lain melalui revitalisasi, restukturisasi, dan deregulasi, peningkatan profesionalisme aparat dan partisipasi masyarakat, korparatisasi, e-government, pemberian penghargaan dan sanksi kepada unit pelayanan masyarakat. Untuk memastikan semua ini, perlu dikembangkan pengendalian melalui pengukuran tingkat kepuasan atas pelayanan publik yang diberikan sebagai usaha umpan balik untuk meningkatkan kualitas pelayanan untuk masa mendatang.


referensi :

http://repository.warmadewa.ac.id/id/eprint/275/2/bab1.pdf
https://www.digitalkorlantas.id/

https://media.neliti.com/media/publications/241255-upaya-peningkatan-kualitas-pelayanan-pub-b4297496.pdf

Kamis, 24 Maret 2022

Analisis ITSM (IT Service Management) Ruang Guru dengan ITIL (IT Infrastructure Library) (Tugas 1 MLSI)

Pendahuluan 

ITSM adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. Contoh perusahaan yang menerapkan ITSM adalahh Ruang Guru karena Ruang guru adalah platform Pendidikan terbesar di Indonesia.

Analisis IT SERVICE MANAJEMEN

  1. Adapto

Merupakan video belajar adaptif yang alurnya bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan

tingkat pemahaman para pengguna. Fitur ini menawarkan pengalaman belajar yang lebih

interaktif dan membuat para pengguna seperti memiliki guru privat sendiri di rumah.

2. Ruangkelas

Ruang kelas adalah LMS(Learning management system) buatan ruang guru yang mempunyai fitur seperti :

·         Classroom, sebagai fitur chat grub antar guru dan murid

·         Tugas, yang berguna untuk melatih kemampuan pemahaman dari belajar di Ruang Guru

·         Materi Belajar, Fitur yang berguna untuk memberikan materi-materi yang berguna untuk dipelajari oleh pemakai ruang guru.

     3.Roboguru

Roboguru merupakan robot pintar yang berguna membantu menyelesaikan soal dan tugas Dengan pembahasan langsung serta video belajar gratis.

Analisis ITIL

Kerangka kerja ITIL untuk menganalisis ITSM di sebuah perusahaan yaitu ada 5 metode seperti:

  • Service strategy
  • Service design
  • Service transition
  • Service operation
  • Service improvement

  • 1.      Service strategy

Ruang guru merupakan aplikasi khusus yang dibuat sebagai salah satu bimbel online yang dapat membantu siswa, guru dan orangtua untuk menjalankan aktivitasnya menjadi lebih efektif dan efisien. Ruangguru juga memfasilitasi fitur seperti video belajar berlangganan, marketplace les privat, layanan bimbingan belajar on-demand, tryout ujian online dan lain-lain. (Turnip, 2019)

  • 2.      Service design

Pada beranda aplikasi ruang guru terdapat tampilan menu utama yang dapat dengan mudah diakses pengguna, tombol-tombol ini adalah tombol home yang berisi fitur belajar yang disediakan ,timeline ,notifikasi dan pembelian untuk berlanganan ruang belajar di ruang guru (Dewi et al., 2021)

  • 3.      Service transition

fitur di aplikasi ruang guru semakin bertambah dari waktu ke waktu yang tadinya hanya tersedia fitur ruang belajar saja dan sekarang bertambah yaitu adanya roboguru atau fitur yang dapat mengenali soal-soal lewat scan , Skill academy dan ruang kerja, sehingga aplikasi ruang guru dapat diakses oleh selain pelajar seperti para pekerja yang ingin melatih skill academynya.

  • 4.      Service operation

Sebagai salah satu startup teknologi dan pendidikan terbesar diindonesia, RuangGuru juga menyediakan layanan customer service yang dapat dihubungi baik lewat e-mail, whatsapp maupun call center untuk informasi lebih lanjut atau mengalami keluhan selama berlangganan ruang guru. 

  • 5.      Service improvement

Ruang guru berhasil mengembangkan berbagai layanan belajar yang berbasis teknologi seperti virtual class,ujian online, latihan soal, video pembelajaran yang dapat dengan mudah diakses lewat web ataupun aplikasi dari Ruang Guru. Ruang Guru juga telah memenangkan berbagai penghargaan di dalam maupun luar negeri contohnya UNICEF innovation to watch, dll. hal ini tidak seharusnya membuat perusahaan Ruang Guru bisa menganggap tidak ada saingan karena juga banyak platform pendidikan seperti zenius yang juga banyak digunakan oleh orang lain dan mungkin saja harga yang ditawarkan juga lebih murah. Menurut saya Ruang Guru harus waspada terhadap ancaman pesaing dengan mengembangkan aplikasi yang lebih memudahkan pengguna Ruang Guru dalam belajar dan mungkin untuk harga juga harus dipertimbangkan sesuai dengan fitur-fitur yang ditawarkan supaya tidak ada yang beralih ke platform pendidikan yang lainnya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dewi, R. S., Simanungkalit, E. J., & Bhuwana, A. M. S. (2021). Analisis Desain Antarmuka pada Aplikasi “Ruang Guru” di Era Society 5.0 (Analysis of User Interface Design of ‘Ruang Guru Application’ in The Modern Era of Society 5.0). 1, 1–8.

Turnip. (2019). Analisis Startup Ruangguru sebagai Platform Pendidikan Online | by Fenni Turnip | Medium. https://medium.com/@fenniturnip/analisis-startup-ruangguru-sebagai-platform-pendidikan-online-89df1d25e5e7

 https://www.ruangguru.com/about-us


Minggu, 24 Oktober 2021

Strategi Pengembangan Sistem Informasi untuk Perusahaan dalam Meningkatkan Kualitas Produk

 

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh


Kali ini saya akan membahas tentang Strategi Pengembangan Sistem Informasi untuk Perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk.


Teknologi informasi banyak membawa perubahan dalam organisasi dan proses bisnis. Teknologi informasi merupakan suatu kebutuhan bagi organisasi yang dapat membantu kinerja organisasi dan individu. Sistem informasi akan membantu perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan ke dalam bentuk informasi yang akurat dan terpercaya, sehingga banyak pihak yang memanfaatkan sistem informasi akuntansi untuk mencapai keunggulan bagi perusahaan. Perkembangan teknologi informasi yang pesat serta didukung dengan semakin murahnya harga pengadaan infrastruktur teknologi informasi, membuat semua organisasi baik yang berorientasi pada laba maupun nirlaba berlomba-lomba mengimplementasikan teknologi informasi untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi. Namun pada kenyataannya, banyak diantara organisasi yang melakukan investasi pengadaan teknologi informasi menemui banyak kegagalan. Jangankan mendapatkan perbaikan kinerja, bahkan banyak diantaranya yang terpaksa Kembali kepada sistem manual setelah banyak mengeluarkan investasi untuk teknologi tersebut. Kekurang matangan dalam perencanaan yang meliputi seluruh elemen organisasi ternyata menjadi penyebab dari banyaknya kegagalan ini. Orientasi perencanaan yang tidak menyeluruh dan hanya didasarkan pada kebutuhan sesaat atau fungsi tertentu saja dari organisasi, mengakibatkan terjadinya disintegrasi diantara sistem yang dikembangkan. Perencanaan yang menyeluruh dan berbasis pada pendekatan top-down mutlak diperlukan untuk menciptakan sistem yang integratif. 


Menurut Jogiyanto tentang pengembangan sistem informasi (hunt, 2006), diperoleh bahwa metode pendekatan top-down dalam pengembangan sistem informasi dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi lalu dilakukan analisis kebutuhan informasi, setelah kebutuhan informasi ditentukan maka proses turun ke pemrosesan transaksi atau tingkat operasional. Dengan pendekatan top-down detail sistem dapat dipetakan keterhubungannya dengan sistem lain dan membentuk suatu kesatuan sistem yang integratif. Konsep perencanaan yang berbasiskan pada isu sistem yang terintegrasi perlu menjadi focus perencanaan. Kegiatan pengembangan sistem informasi diharapkan mengikuti suatu framework yang direncanakan secara menyeluruh dan terintegrasi untuk menghindarkan Sistem informasi yang saling independent dan mengakibatkan terjadinya pulau-pulau sistem informasi yang sulit di integrasikan. Adanya perencanaan strategis pengembangan sistem informasi yang bersifat jangka panjang dapat memberikan panduan terhadap pengembangan sistem informasi yang menyeluruh dan berkelanjutan yang akhirnya dapat menciptakan sistem informasi yang tidak hanya sebagai pendukung operasi organisasi, tapi juga penggerak peningkatan fungsi layanan organisasi, baik bagi internal organisasi maupun para stakeholder.

 


Dalam suatu perusahaan, kualitas produk sangat tergantung dari pengendalian sistem produksinya, oleh karena itulah diperlukan pengawasan proses produksi yang ketat demi menghasilkan produk yang berkualitas. Proses produksi yang dilakukan perusahaan ini termasuk dalam kategori proses produksi terus menerus (continous process), karena dalam kegiatan proses produksinya cukup jelas, berurutan melalui tingkat pengerjaannya, tidak boleh diloncati antara proses yang satu dengan proses yang lain, dan di dalam berproduski tidak didasarkan atas pesanan. Produksi dalam sebuah organisasi pabrik atau tempat usaha merupakan inti yang paling dalam, spesifik, serta berbeda dengan bidang fungsional seperti: keuangan, personalia, dan lainlain. Dalam sistem produksi modern terjadi suatu proses transformasi nilai tambah yang mengubah input bahan mentah menjadi output sebuah produk yang dapat dijual di pasar dengan harga yang kompetitif. Kebutuhan untuk menekan biaya produksi, meningkatkan kualitas produksi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan sebuah produk baru menjadi stimultan yang mendorong teknologi untuk melakukan terobosan-terobosan dan penemuan-penemuan baru. Biaya produksi yang tidak terkendali akan menyebabkan harga pokok terlalu tinggi dan akan menurunkan daya saing produk dan akhirnya dapat menurunkan laba. Untuk itu biaya produksi harus dicatat dengan baik dan dihitung dengan benar sehingga dapat menghasilkan harga pokok produk yang tepat. 

Menurut Tampubolon (2004: 81), tujuan manajemen kualitas adalah untuk membangun kesuksesan melalui pembedaan produk dan jasa, biaya yang rendah (efisien), dan merespon selera pasar dan konsumen. Semakin sadarnya konsumen terhadap kualitas, menjadi suatu dorongan tersendiri bagi para pelaku usaha untuk bersaing dalam menghasilkan produk (barang atau jasa) yang berkualitas. Dalam perdagangan bebas, produk dengan berbagai jenis membanjir di pasar.

Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan adalah melalui penelitian dan pengembangan produk, pengamatan daur kehidupan produk, total quality manajement, atribut produk serta diferensiasi produk. Tujuan dari peningkatan kualitas adalah agar produk tetap diminati, dibeli dan dikomsumsi oleh konsumen sehingga tujuan perusahaan untuk eksis, tumbuh, dan berkembang dapat dicapai sesuai dengan cita-cita dari perusahaan tersebut.


Demikian informasi yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh

 

DAFTAR REFERENSI

Husaini.M. (2016). Perencanaan Strategis Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Di PT. Peksi Gunaraharja Divisi Pakan Ternak. Jurnal Mikrotik Edisi Bulan Februari 2016, Volume: 06 Nomor: 03. Diakses pada 24 Oktober 2021 pukul 20.47

 

Purnama.C.H,. (2016). Sistem Informasi Manajemen. Mojokerto: Penerbit Insan Global

Putri.L.R. (2016). Peningkatan Kualitas Produk Melalui Penerapan Prosedur dan Sistem Produksi: Studi Pada UD Wijaya Kusuma Kota Blitar. Jurnal WRA, Vol 4, No 2, Oktober 2016. Diakses pada 24 Oktober 2021 pukul 21.06

 

Rangkuman jurnal Analisis penglolaan TI PT.X Dengan menggunakan ITIL v3, Service Operation

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh... Halo semua kembali lagi nih sama saya Reza Firmansyah Kelas 2KA07 dari universitas gunadarma ...